Garuda Dapat Suntikan PMN Rp 7,5 Triliun, Erick Thohir: Akan Ada 120 Pesawat di Akhir 2022
Sejumlah pesawat Garuda Indonesia sedang parkir di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten. Foto: Tempo

Presiden Joko Widodo atau Jokowi resmi menyetujui suntikan uang negara berupa Penyertaan Modal Negara (PMN) Rp 7,5 triliun untuk PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Suntikan modal ini disetujui Jokowi usai maskapai pelat merah itu berhasil lolos dari Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) pada Juni lalu.

“Pemerintah akan kembali membantu PMN sebesar Rp 7,5 triliun,” kata Menter Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir mengumukan keputusan Jokowi usai rapat di Istana Negara, Jakarta, Rabu, 24 Agustus 2022.

Meski demikian, Erick menyebut suntikan PMN ini sebenarnya sudah diputuskan pemerintah hampir 1,5 tahun lalu, sebelum Covid-19 terjadi. Erick menyebut rampungnya proses PKPU Garuda juga jadi alasan Jokowi akhirnya menyetujui suntikan dana ini.

Sebelumnya pada April 2022, Panja Komisi VI DPR telah menyetujui pemberian PMN senilai Rp 7,5 triliun dari pemerintah untuk Garuda Indonesia pada tahun anggaran 2022. Persetujuan itu disampaikan dalam pembacaan hasil rekomendasi Panja Penyelamatan Garuda Indonesia Komisi VI DPR.

“Panja menyetujui PMN sebesar Rp 7,5 triliun dari cadangan pembiayaan investasi APBN yang akan dicairkan jika Garuda mencapai kesepakatan damai dengan kreditur dalam PKPU (penundaan kewajiban pembayaran utang),” ujar Ketua Panja Penyelamatan Garuda Indonesia Komisi VI, Martin Manurung, di Kompleks Parlemen, Senayan, DPR, Jumat, 22 April 2022.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra sebelumnya sudah sangat berharap PMN Rp 7,5 triliun segera cair. Dana PMN itu rencananya akan dipakai untuk mendukung rencana bisnis perseroan.

“Kami salah satunya berharap PMN ini bisa dicairkan,” kata Irfan seusai sidang homologasi Garuda dengan para krediturnya pada Senin, 20 Juni 2022.

Persetujuan atas PMN Garuda ini juga disampaikan usai Jokowi menyinggung kenaikan harga tiket pesawat beberapa waktu lalu. Jokowi memerintahkan Erick untuk segera menambah jumlah pesawat di maskapai penerbangan Garuda Indonesia.

Penambahan jumlah pesawat itu bertujuan untuk membuat harga tiket pesawat bisa kembali normal. “Meski tidak mudah karena harga avtur international juga tinggi,” kata Jokowi dalam rapat koordinasi nasional pengendalian inflasi di Istana Negara, Jakarta, Kamis, 18 Agustus 2022.

Jokowi telah mendengar di lapangan adanya keluhan dari masyarakat soal tingginya harga tiket pesawat. Tak hanya Erick, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi juga diberi perintah yang sama. “Segera ini diselesaikan,” kata dia.

Erick menilai suntikan PMN Rp 7,5 triliun ini jadi momentum yang baik untuk Garuda. Sehingga dalam rapat, Erick menyampaikan bahwa setelah PKPU, Garuda akan mulai menambah jumlah pesawatnya sesuai perintah Jokowi.

“Di mana yang sekarang Garuda dan Citilink jumlahnya hanya 61, di akhir tahun akan mencapai angka 120,” kata dia.

Erick pun menyebut sederet kebijakan ini yang diharapkan dalam memperbaiki harga tiket pesawat secara nasional. Selain itu, Erick berjanji akan memastikan harga pesawat baru yang akan disewa Garuda sesuai denga harga pasaran. 

“Tidak harga yang seperti sebelumnya yang terindikasi, bahkan sudah ada istilah tersangka untuk kasus korupsi untuk di Garuda,” kata dia.

Sumber: Tempo.co


Artikel ini bersumber dari swa.co.id.