Garap Pasar Paylater di Kota Tier 2 dan 3, Kredivo Gandeng Ramayana

Dorong pertumbuhan belanja offline lewat alternatif pembayaran digital yang fleksibel, Kredivo, platform kredit digital untuk konsumen ritel, menjalin kerjasama dengan Ramayana, pemain ritel yang memiliki jaringan pengguna kuat di berbagai kota tier 2 dan 3 dengan menyediakan produk pembayaran Paylater di seluruh gerainya. Dengan adanya kerjasama ini, seluruh pengguna Kredivo dapat menggunakan pembayaran Paylater di 101 gerai Ramayana yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Kami percaya akan dampak besar yang bisa kita ciptakan melalui kolaborasi bersama Ramayana. Melalui jaringan kuat Ramayana di seluruh pulau di Indonesia, kami berharap upaya perluasan layanan kredit digital ini dapat mengakselerasi ekonomi daerah, khususnya geliat industri ritel fesyen di kota tier 2 dan 3,” ungkap Indina Andamari, VP Marketing & Communications Kredivo. 

Kredivo yang melayani kebutuhan lebih dari 6 juta pengguna  di berbagai belahan wilayah di Indonesia menurut Indina optimis kolaborasi ini akan mengoptimalkan momentum pertumbuhan sektor ritel di kota non-metropolitan melalui penggunaan Paylater. 

Alexander A. Tumbel, Head of Loyalty Program & Merchant Acquisition Division Ramayana menyatakan, Ramayana terus memperkuat komitmen untuk menyediakan produk fesyen berkualitas dan selalu berinovasi sesuai dengan kebutuhan konsumen dan perubahan era. “Walau dunia sudah makin online, pengalaman berbelanja offline harus terus memberikan pengalaman baru bagi konsumen. Dengan demikian, integrasi online dan offline jadi kunci, dan kami  siap meningkatkan kenyamanan berbelanja pelanggan dengan menyediakan lebih banyak pilihan pembayaran yang inovatif, seperti Paylater. Kami optimis dengan kerja sama kami dengan Kredivo dapat menjadi pendorong tumbuhnya industri ritel di Indonesia.”

Berdasarkan data internal dari Kredivo menyatakan bahwa pengguna Paylater di area tier 2 dan 3 naik sebesar 52% pada semester 1 tahun 2022 dibanding periode yang sama tahun lalu. Dari pengguna Paylater, pembelanjaan produk kategori fesyen menempati posisi pertama sebagai kategori produk dengan transaksi terbanyak di kalangan masyarakat kota tier 2 dan 3 dengan proporsi 20,1 %, disusul produk makanan (18,3%) dan produk kesehatan (18,6%). Ramayana pun melihat bahwa di tengah pertumbuhan ekonomi kota tier 2 dan 3, integrasi layanan keuangan digital dengan gerai fisik yang seamless sebagai kebutuhan konsumen era digital.

Setyadi Surya, Direktur Eksekutif Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) juga menyatakan  potensi kolaborasi antara layanan keuangan digital dan ritel. Belanja offline akan terus memiliki peminat. Untuk tetap dapat mempertahankan konsumen, para pelaku ritel offline juga perlu berinovasi  memberikan kemudahan akses belanja, salah satunya melalui integrasi dengan layanan keuangan kredit digital yang semakin mudah, fleksibel, dan mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat. 

“Layanan keuangan digital dapat menguntungkan kedua pihak baik dari sisi konsumen maupun sisi ritel dalam proses jual beli dan keberlanjutan bisnis. Dengan kemitraan antara Kredivo dan Ramayana menjadi bukti nyata bahwa kedua industri ini dapat saling mendukung terhadap potensi industri masing-masing, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” tutur Setiadi.


Artikel ini bersumber dari swa.co.id.