Garut: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut, Jawa Barat melakukan penyemprotan disinfektan di rumah-rumah warga yang terdampak banjir. Penyemprotan tersebut dilakukannya untuk mengantisipasi penyebaran penyakit dan menekan virus korona.

“Hari ini kita menyemprotkan disinfektan ke rumah-rumah yang kemarin terkena banjir dan longsor. Jadi setelah bersih dari lumpur semua dibersihkan juga dari bakteri kuman dengan disinfektan. Kami juga memaksimalkan mesin steam milik dinas untuk melakukan pembersihan sisa meterial banjir di rumah warga,” kata Wakil Bupati (Wabup) Garut, Helmi Budiman, Selasa, 19 Juli 2022.

Ia mengatakan, pihaknya telah membersihkan material banjir di semua rumah warga yang tersebar di 100 desa dan kelurahan yang berada di Kecamatan Banjarwangi, Banyuresmi, Bayongbong, Cibatu, Cigedug, Cikajang, Cilawu, Garut Kota, Karangpawitan, Pasirwangi, Samarang, Singajaya, Tarogong Kaler, dan Tarogong Kidul.

“Hari ke-4 ini secara umum kita membersihkan material pasca banjir dan longsor, jadi tidak ada tempat yang hari ini tidak bersih, termasuk yang paling parah di Cimacan (daerah) Sudika, kemudian di Ciwalen, Paminggir. Jadi 3 tempat ini yang paling berat,” ujarnya.

Sementara, petugas penyemprotan disinfektan Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Garut, Masyulianingsih mengatakan, dalam kegiatan ini pihaknya dibantu sekitar 58 orang petugas yang terdiri dari beberapa perwakilan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Garut. 

“Personil yang dikerahkan sebanyak 58 orang terdiri dari TNI, Polri, Damkar, BPBD, relawan, Satpol PP dilakukan di Kampung Sudikaindah, Kecamatan Tarogong Kidul. Harapannya, mohon adanya dukungan berupa logistik, alat berat beckho untuk mengangkat lumpur,” paparnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Garut menetapkan Keputusan Nomor 362/KEP.415-BPBD/2022 tanggal 16 Juli 2022 tentang penetapan status tanggap darurat bencana banjir dan tanah longsor setelah lebih dari 100 desa di 14 kecamatan di wilayah Kabupaten Garut, Jawa Barat terendam banjir pada Jumat, 15 Juli. Penetapan tersebut, terhitung 14 hari sejak 16 Juli hingga 29 Juli 2022 mendatang.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari mengatakan, berdasarkan data yang dihimpun Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BNPB, 14 kecamatan terdampak banjir dan sebanyak 6.031 Kepala Keluarga (KK) atau 18.873 jiwa terdampak dan 649 jiwa di antaranya harus mengungsi.

BPBD Kabupaten Garut melaporkan update kerugian meteriil sebanyak 4.035 unit rumah terdampak dengan 11 unit di antaranya rusak berat, 13 kantor pemerintah rusak sedang, 10 kantor pemerintah rusak ringan, 2 unit fasilitas pendidikan rusak sedang, dan 3 unit fasilitas Pendidikan rusak ringan Selain itu, tercatat sedikitnya 17.077 hektare kolam ikan milik warga terdampak. MI/Kristiadi (Foto: Kominfo Garut)

(WWD)

Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.