Merdeka.com – World Bank memprediksi Indonesia memerlukan sembilan juta pekerja bertalenta digital maupun semi-digital pada tahun 2030. Hal ini sejalan dengan semakin berkembangnya era digital di Indonesia.

Selain itu, McKinsey mengemukakan bahwa keamanan siber (cybersecurity) merupakan salah satu dari lima bagian strategi imperatif yang menjadi ujung tombak pertumbuhan dan efisiensi ekonomi. Namun berdasarkan data dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Indonesia sendiri mencatat adanya 1.65 miliar serangan anomali keamanan siber dari Januari hingga Desember 2021.

Dalam upaya membantu Indonesia mengurangi dampak ekonomi yang disebabkan oleh serangan siber, InfraDigital Foundation (IDF) dan Mastercard berkolaborasi untuk menyelenggarakan pelatihan dan sertifikasi cybersecurity bagi generasi muda Indonesia, khususnya siswa SMK .

Dalam keterangan persnya, Rabu (10/8), sebagai bagian dari program unggulan Mastercard Academy 2.0, pelatihan dan sertifikasi cybersecurity ini menargetkan 6,000 siswa SMK pada tahun 2022. Program pelatihan ini terdiri dari pelatihan daring intensif, workshop soft skills, webinar karir, sertifikasi global CompTIA, dan job channeling .

Hingga Mei 2022, pelatihan dan sertifikasi cybersecurity telah melatih sebanyak 5,005 siswa dan 369 guru di 341 sekolah. IDF dan Mastercard bekerja sama secara erat dengan pemerintah Indonesia termasuk Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi untuk memperluas program dan memastikan kegiatan dapat tetap berlanjut bahkan setelah program intervensi berakhir.

“Melalui program SMK Pusat Keunggulan Cyberwarriors sebagai bagian dari program Cyersecurity Training ini kami harapkan dapat memberikan dampak yang lebih besar lagi dengan membekali peserta untuk menjadi Tech Talent baru khususnya bidang cybersecurity yang sudah siap dan matang dalam memasuki dunia kerja,” ungkap Muhammad Rofi Chairman InfraDigital Foundation.

Salah satu kisah sukses program pelatihan cybersecurity yang dilaksanakan oleh IDF dan Mastercard dapat dilihat dalam sosok Aziz. Aziz merupakan salah satu alumni pelatihan yang mendapatkan pekerjaan sebagai Associate Cybersecurity Consultant di Horangi Cybersecurity, perusahan keamanan siber yang berasal dari Singapura.

Melalui pelatihan ini Aziz berhasil mendapatkan sertifikasi CySA+ CompTIA, sebuah sertifikasi analis cybersecurity pada tingkat kesulitan moderate-advance. Program pelatihan dan sertifikasi ini meningkatkan kemampuan, baik hard skills maupun soft skills Aziz, khususnya dalam bidang cybersecurity.

Pencapaian ini ini membuktikan, sebagai seorang lulusan SMK, Aziz memiliki kepercayaan diri untuk bersaing dengan pelamar kerja lainnya untuk mendapatkan pekerjaan di industri Informasi dan Teknologi secara global.

Sementara itu, Navin Jain, President Director, PT Mastercard Indonesia, mengatakan, seiring upaya Indonesia untuk terus mempercepat transformasi digital, terdapat kebutuhan untuk fokus dalam keamanan siber. Kekurangan keterampilan keamanan siber terus memiliki berbagai tantangan dan dampak di Indonesia.

“Mastercard senang berkolaborasi dengan IDF dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi untuk meningkatkan keterampilan anak-anak muda di SMK melalui program SMK PK guna mendukung agenda transformasi digital dan meningkatkan keterampilan tenaga kerja di Indonesia. Kolaborasi ini juga merupakan bagian dari komitmen Mastercard untuk menjadikan 1 miliar orang dan 50 usaha mikro dan kecil bagian dari ekonomi digital di tahun 2025,” jelas dia.

[faz]


Artikel ini bersumber dari www.merdeka.com.