Merdeka.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta akan menambah Stasiun Pemantauan Kualitas Udara (SPKU). Diketahui saat ini sudah ada lima SPKU, masing-masing berada di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Kelapa Gading, Jagakarsa, Lubang Buaya dan Kebon Jeruk.

“Nah ke depannya itu berdasarkan kajian dari Prof Puji dari ITB itu Pakar Pencemaran Udara, idealnya ada di Jakarta itu ada 25 titik SPKU untuk mengcover perluasan Jakarta. Kita memang punya rencana untuk melengkapi tadi, dari 5 menjadi 25,” kata Humas DLH DKI Yogi Ikhwan kepada wartawan, Rabu (3/8).

“Kemarin sih sudah kita bicarakan masalah penganggaran, segala macamnya. Tapi baru proses awalnya ya, jadi belum ketemuan angkanya, belum ketahuan. Tapi kita punya komitmen memang menambah SPKU kita itu di Jakarta dari 5 menjadi 25 tadi,” sambungnya.

Sayangnya ia belum membeberkan ada di mana saja lokasi yang bakal dipasangkan SPKU tersebut. Akan tetapi, alat itu nantinya tidak akan dipasang di sembarang tempat.

“Nanti itu kita hitung (di mana saja), Prof Puji itu sudah punya hitungannya, lokasinya di mana-mana saja kira-kira. Jadi itu bisa mewakili luasan Jakarta, semua tutorial di Jakarta ini bisa tercover pemantauan kualitas udara, jadi enggak asal main taruh aja,” ujarnya.

Ia menjelaskan, tidak ada tolak ukur dalam menaruh SPKU tambahan. Namun, alat itu nantinya akan mewakili sekitaran lokasi yang mempunyai jarak hingga mencapai 10 kilometer.

“(Tolak ukur pemasangan) Enggak, itu sebaran saja. Jadi dia mewakili seluruh teritorial saja, tadi kan disebut satu alat itu bisa menjangkau sampai 5-10 kilometer ya, nanti kita akan membagi-bagi seluruh itu. Jadi seluruh Jakarta itu tercover pemantauan kualitas udaranya,” jelasnya.

Selain itu, untuk anggaran dalam pengadaan SPKU itu masih belum diketahui. Karena memang itu hanya baru perencanaan awal saja.

“(Anggaran) Belum sampai ke sana sih, baru perencanaan awal saja untuk anggaran 2023. Coba teman-teman searching aja berapa sekarang harganya, misal fix stasiun air cuality meter gitu di search di google itu ada harganya, memang dolar itu, kita impor soalnya, impor dari Eropa ya dari Swiss, dari beberapa negara,” sebutnya.

Lalu, terkait dengan tiga SPKU Mobile nantinya tidak akan lagi berkeliling, hal ini akan dilakukan setelah SPKU tambahan sudah terpasang.

“Tiga aja, bahkan kita punya rencana mobile itu kita jadiin fix saja. Karena kan kalau fix sudah tercover semua, kita enggak usah geser-geser lagi. Seluruh Jakarta berarti kan sudah ternaungi gitu kan,” tutupnya.

[cob]


Artikel ini bersumber dari www.merdeka.com.