SURYA.CO.ID, BANGKALAN – Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menjadi perhatian para ibu Lajnah Wanita Thoriqoh An-Nahdliyah (Wathonah) Jam’iyah Ahlith Thoriqoh Al-Mu’tabaroh An-Nahdliyah (Jatman) dalam gelaran Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Ponpes Syaikhona Kholil, Kelurahan Demangan, Bangkalan, Senin (18/7/2022).

Khofifah kembali dari Tanah Suci Makkah, Kamis (14/7/2022). Tentu saja, kehadiran Khofifah dalam rakernas itu memberi kesempatan bagi kaum ibu Wathonah untuk memeluk hingga meminta doa pulang haji.

Termasuk pihak shohibul bait keluarga besar dzurriyah Syaikhona Kholil. Khofifah ditodong doa pulang haji begitu ia turun dari mobil di pelataran kediaman keluarga besar Syaikhona Kholil.

Ia disambut Nyai Hj Mutma’innah binti Abdullah Aschal, RKH Nasih Aschal; Bupati Bangkalan, R Abdul Latif Amin Imron, hingga Ketua PCNU sekaligus Ketua MUI Bangkalan, KH Makki Nasir.

“Dalam kesempatan beribadah haji kemarin saya bersama KH Ma’ruf Amin (Wakil Presiden RI). Bersama beliau pasti berbeda, semua terkawal. Terakhir kemarin, gorden maqbaroh Rasulullah SAW dibuka. Semoga kita semua mendapatkan syafaat Rasulullah SAW,” ungkap Khofifah dalam sambutannya yang diamini para wathonah.

Rakernas pertama itu bertemakan ‘Dengan Rakernas Kita Tingkatkan Peran Wathonah dalam Memperkokoh NKRI’. Dihadiri warga dan pengurus Muslimat Nahdlatul Ulama dari Bali, Lampung, Makassar, Bengkulu, Kalimantan Selatan, Banten, Sumatera Selatan, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, hingga Yogyakarta.

Usai sambutan, langkah Khofifah mendadak terhenti di kala ia tengah menuruni tangga panggung. Dengan suara kompak, majelis Wathonah memintanya untuk kembali ke podium untuk membacakan doa pulang haji.

Seketika itu, Khofifah kembali ke podium untuk mendoakan dengan Surah Al Fatihah sebagai doa penutup. ‘Semoga Allah anugerahkan putra-putri cucu-cucu panjenengan keturunan soleh-solehah, manfaat-barokah. Barokah hidup kita, barokah rizki kita, barokah keluarga kita, barokah jam’iyah kita, barokah Kabupaten Bangkalan, barokah Jawa Timur, barokah Indonesia’.

Tidak berhenti di situ, Khofifah juga melayani satu persatu permintaan selfie dari para Wathonah perwakilan warga dan Muslimat NU dari sejumlah daerah di Indonesia itu. Situasi tersebut sempat membuat sejumlah petugas Humas dan Protokol Pemprov Jatim keteteran karena langkah khofifah tersendat. *****


Artikel ini bersumber dari surabaya.tribunnews.com.