Jakarta: PT Astra International Tbk (ASII) mencatat peningkatan drastis pada laba bersih semester I-2022. Laba bersih pada periode ini naik 106 persen, dari Rp8,83 triliun pada periode yang sama tahun lalu menjadi Rp18,17 triliun.
 
Mengutip laporan keuangan perseroan, Jumat, 29 Juli 2022 peningkatan laba tersebut seiring dengan pendapatan yang juga naik 34 persen dari Rp107,39 triliun pada semester I-2021 menjadi Rp143,69 triliun di semester I-2022.
 
“Pada semester pertama tahun 2022, grup Astra mencatatkan kinerja yang baik pada hampir semua divisi bisnis, didukung oleh membaiknya kondisi ekonomi dan meningkatnya harga komoditas secara signifikan,” kata Presiden Direktur Astra International Djony Bunarto Tjondro.





Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Djony menjelaskan, laba bersih yang dibukukan ini, termasuk keuntungan nilai wajar atas investasi pada GoTo. Namun, jika tidak memperhitungkan keuntungan yang belum direalisasikan tersebut, laba bersih Grup meningkat hanya sebesar 64 persen menjadi Rp14,5 triliun.
 
Menurutnya, capaian ini mencerminkan kinerja yang kuat dari hampir semua divisi bisnis, terutama divisi alat berat dan pertambangan, otomotif, dan jasa keuangan grup.
 
Nilai aset bersih per saham pada 30 Juni 2022 sebesar Rp4.541, meningkat tujuh persen dibandingkan pada 31 Desember 2021.
 
Sementara untuk kas bersih, tidak termasuk anak perusahaan jasa keuangan Grup, mencapai Rp33,6 triliun pada 30 Juni 2022, dibandingkan Rp30,7 triliun pada akhir 2021.
 

 
Sedangkan utang bersih anak perusahaan jasa keuangan Grup mencapai Rp35,9 triliun pada 30 Juni 2022 dibandingkan Rp39,2 triliun pada akhir 2021.
 
“Prospek bisnis pada semester pertama 2022, Grup mencatatkan kinerja yang baik pada hampir semua divisi bisnis, didukung oleh membaiknya kondisi ekonomi dan meningkatnya harga komoditas secara signifikan,” imbuhnya.
 
Ia pun merinci, kenaikan signifikan terjadi pada bisnis infrastruktur dan logistik yakni mencapai 288 persen. Bisnis ini mencatatkan laba sebesar Rp353 miliar pada semester I-2022, dibandingkan periode yang sama tahun lalu hanya RP91 miliar.
 
Selanjutnya diikuti oleh bisnis alat berat, pertambangan, konstruksi dan energi. Laba bersih bisnis ini naik 131 persen menjadi Rp6,19 triliun.
 
Kemudian disusul laba bersih bisnis teknologi informasi yang meningkat 71 persen menjadi Rp24 miliar. Sedangkan untuk core bisnis Astra Indonesia yaitu otomotif tercatat kenaikan 29 persen dibandingkan tahun sebelumnya menjadi Rp4,27 triliun.
 
“Kinerja Grup untuk sisa tahun ini diperkirakan akan tetap kuat, meskipun grup diperkirakan masih akan menghadapi situasi yang belum stabil dan diliputi ketidakpastian,” pungkasnya.
 

(HUS)

Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.