SURYA.CO.ID|SURABAYA- PT Agung Bumi Agro dengan nama brand Ladang Lima, mengambil andil dalam peran membangkitkan potensi pangan lokal, melalui produk utamanya berupa Tepung Mocaf (singkong).

Ladang Lima membuat inovasi tepung pengganti terigu yang dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan aneka makanan berbahan dasar terigu, seperti cake, cookies, jajanan pasar, mie instan, dan sebagainya. 

CEO Ladang Lima, Raka Bagus, memaparkan,  Jawa Timur sebagai daerah penghasil singkong, yang mempunyai inovasi tepung berbahan dasar singkong serta dapat dijadikan sebagai pengganti terigu yang berbahan dasar gandum.

“Kami membuka potensi bisnis peluang usaha bagi para UKM dalam bentuk Kelas Inkubasi Bisnis mengolah produk sehat berbahan dasar tepung singkong (mocaf) Ladang Lima, dengan nama program Healthypreneur Ladang Lima,” ujarnya, Sabtu (17/9/2022).

Menurutnya, dalam program yang dilaunching di tanggal 8 Juli 2022 kemarin, total telah terdaftar 500 UKM yang tersebar di seluruh Indonesia mengikuti program inkubasi bisnis ini.  

Masih kata Raka, di program tersebut, para pelaku bisnis UKM dilakukan seleksi untuk dipilih 30 besar pelaku usaha yang lolos di tahap selanjutnya. Setelah itu, mereka diberikan beberapa pelatihan bisnis secara intensif selama 1 bulan untuk mengembangkan usaha yang mereka jalankan, supaya menjadi besar. 

Beberapa pelaku bisnis makanan sehat yang telah lolos seleksi 30 besar tersebar di seluruh Indonesia seperti Mimosa Patisserie Pastry asal Purwokerto Jawa Tengah, Vegipuff asal Surabaya, Cissi Pizza Malang, WIZZ Sausage Jawa Barat produsen sosis sehat, dan sebagainya. 

“Harapannya dengan banyaknya pelaku usaha UKM yang terlibat dalam program ini, semakin banyak juga usaha yang memproduksi bahan makanan berbahan baku tepung singkong, yang akhirnya dapat meningkatkan ketahanan pangan lokal, serta mengurangi ketergantungan negara dalam melakukan impor gandum,” terangnya.

Di akhir program Healthypreneur Ladang Lima 2022, para peserta akan dipilih 10 besar yang lanjut dalam babak grand final dan akan ditentukan juara 1, juara 2, juara 3, dan juara favorit dengan total nilai hadiah sebesar ratusan juta rupiah. 

“Ini saatnya para pelaku usaha, ibu rumah tangga dan masyarakat mulai menghargai dan menggunakan produk lokal sebagai alternatifnya,” tandasnya.


Artikel ini bersumber dari surabaya.tribunnews.com.