Kabul: Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengumumkan pemimpin kelompok teroris Al-Qaeda, Ayman Al-Zawahiri tewas dalam serangan drone yang dilakukan militer AS. Siapa sosok Al-Zawahiri tersebut?
 
Setelah Osama bin Laden tewas dalam operasi militer AS pada 2011, Ayman Al-Zawahiri didapuk sebagai pengganti. Namun pria berusia 71 tahun itu tidak memiliki karisma kuat seperti halnya Osama bin Laden untuk menggalang militan di seluruh dunia.
 
Ada satu keterampilan diandalkan Ayman Al-Zawahiri ketika membantu Osama bin Laden. Zawahiri dengan rela menyalurkan keterampilan analitisnya ke dalam operasi Al-Qaeda.
 

Ayman Al-Zawahiri diyakini sebagai ahli strategi utama dan menjadi dalang sebenarnya yang mengarahkan operasi, termasuk serangan 11 September. Tidak hanya itu, dia juga bertindak sebagai dokter pribadi Osama bin Laden.





Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ayah Ayman Al-Zawahiri adalah seorang dokter terkenal dan kakeknya seorang pemimpin doa di institut Al-Azhar Kairo, otoritas tertinggi bagi Muslim Sunni.
 
Namun dalam perjalanan hidupnya Ayman Al-Zawahiri terlibat dengan komunitas Muslim radikal Mesir pada usia muda dan menerbitkan beberapa buku tentang fundamentalisme Islam. Hal ini yang bagi banyak orang melambangkan gerakan Islam radikal.
 
Sebagai seorang ahli bedah Mesir yang dibesarkan di sebuah rumah tangga Kairo yang nyaman sebelum beralih ke radikalisme kekerasan. Dia telah buron selama 20 tahun sejak serangan 9/11 yang menewaskan hampir 3.000 orang di Amerika Serikat.
 
Dia mengambil alih Al-Qaeda setelah Osama bin Laden dibunuh oleh pasukan khusus AS di Pakistan pada 2011, dan kepalanya dihadiahi USD25 juta.
 

Ayman Al-Zawahiri meninggalkan Mesir pada pertengahan 1980-an dan menuju kota Peshawar di barat laut Pakistan di mana perlawanan terhadap pendudukan Uni Soviet. Kota Peshawar memang menjadi basis perlawanan Afghanistan terhadap Soviet saat itu.
 
Pada saat itulah, ketika ribuan pejuang Islam membanjiri Afghanistan selama tahun 1980-an, Ayman Al-Zawahiri dan Osama bin Laden bertemu.
 
Pada awal 1990-an Zawahiri diyakini telah tinggal di Eropa sebelum bergabung dengan bin Laden di Sudan atau Afghanistan.
 
Pada 1998 dia adalah salah satu dari lima penandatangan ‘fatwa’ bin Laden yang menyerukan serangan terhadap Amerika dan dia mulai muncul secara teratur di sisi pemimpin Al-Qaeda.
 

(FJR)

Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.