Semarang: Sebanyak 25 ribu tenaga kesehatan (nakes) di Kota Semarang segera divaksinasi booster kedua. Dinas Kesehatan terus melakukan pendataan nakes di sejumlah rumah sakit dan fasilitas kesehatan (faskes) yang ada.
 
Beberapa daerah di pantura Jawa Tengah sudah dimulai pelaksanaan vaksinasi booster kedua. Terutama untuk tenaga kesehatan seperti di Kudus ratusan nakes bertugas di rumah sakit telah menjalani suntik vaksin dosis keempat tersebut.
 
Di Kota Semarang sendiri vaksin booster kedua nakes diperkirakan baru akan dimulai awal pekan depan. Setelah pendataan terhadap nakes selesai dilakukan oleh dinas kesehatan di daerah ini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Kita masih lakukan pendataan terhadap tenaga kesehatan di rumah sakit yang ada untuk memastikan kebutuhan vaksin,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Abdul Hakam, Kamis, 4 Agustus 2022.
 

Tenaga kesehatan yang menjadi sasaran pertama vaksinasi booster kedua, lanjut Abdul Hakam, khusus di lingkup Dinas Kesehatan Kota Semarang sendiri sebanyak 2.500 orang. Sedangkan nakes di puluhan rumah sakit dan fasilitas kesehatan masih dalam pendataan.
 
Namun berdasarkan data vaksinasi 1, 2 dan 3 sebelumnya, secara keseluruhan jumlah nakes di Kota Semarang mencapai 25 ribu orang. Sehingga jumlah kebutuhan vaksin keempat tidak akan berbeda dengan jumlah nakes yang ada.
 
Menyangkut jenis vaksin untuk vaksinasi booster itu, Abdul Hakam mengatakan akan menggunakan semua jenis vaksin yang sudah mengantongi izin edar dari Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). Diperkirakan awsl pekan besok sudah dapat dilaksanakan vaksinasi keempat.
 
Sementara itu menyinggung pelaksanaan vaksinasi booster pertama, hingga saat ini di Kota Semarang baru tercapai 52,82 persen dari sasaran yang ditargetkan. Sehingga percepatan vaksinasi ketiga terus dikebut hingga minimal tercapai 70 persen.
 
Untuk mempercepat vaksinasi booster itu, ungkap Abdul Hakam, tidak hanya kalangan tertentu saja yang akan disuntik vaksin ketiga tersebut, tetapi juga para mahasiswa berusia diatas 18 tahun.
 
“Apalagi baik siswa maupun mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi juga mulai pembelajaran tatap muka (PTM),” imbuhnya.
 

(WHS)

Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.