Rabu, 27 Juli 2022 – 06:47 WIB

Tiga Kriteria Pemuda Baik Versi Mindrayatin, Apa Saja?

Sub Koordinator Pencegahan BNN Sultra Mindrayatin. Foto Antara

sultra.jpnn.com, KENDARI – Sub Koordinator Pencegahan BNN Sultra Mindrayatin menyatakan ada tiga kriteria pemuda baik dalam mencegah peredaran ataupun penyalahgunaan narkoba baik bagi diri sendiri maupun orang lain.

Ucapan kriteria pemuda baik itu disampaikan sebagai bagian upaya Badan Narkotika Nasional (BNN) Sulawesi Tenggara mengajak kaum muda tidak terlibat penyalahgunaan atau peredaran gelap narkoba.

Mindrayatin mengingatkan agar jangan mencoba-coba menyalahgunakan narkoba jika tidak ingin berakhir di rumah sakit jiwa, penjara hingga masuk kuburan jika mengalami kecanduan yang berlebihan.

“Menggunakan narkoba ada tiga tempat yang menjadi akhir kita yaitu rumah sakit jiwa, dipenjara, dan kuburan, makanya jangan berani coba-coba,” kata Mindrayatin di Kendari, Selasa (26/7).

Dia mengingatkan agar menjauhi narkoba, dan tidak menyalahgunakan barang haram tersebut apalagi jika berani mengedarkan maka akan dijerat hukum dan berakhir di penjara.

Ia mengajak seluruh pelajar, mahasiswa dan masyarakat pada umumnya agar bersinergi memberantas penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di wilayah Sulawesi Tenggara agar bisa menciptakan generasi penerus bangsa yang bersih dari obat-obat terlarang.

Menurut Mindrayatin, pemuda baik mahasiswa dan pelajar mempunyai peran penting dalam mencegah peredaran ataupun penyalahgunaan narkoba baik bagi diri sendiri maupun orang lain.

Ada kriteri pemuda yang baik dalam berperan menangkal penyalahgunaan narkoba:

  1. Sebagai iron stock atau harapan bangsa yaitu komitmen diri sendiri untuk tidak menggunakan narkoba.

  2. Menjadi agen perubahan atau role model bagi teman-teman di lingkungan keluarga, sekolah, kampus dan pergaulan untuk menunjukkan bisa berprestasi tanpa menggunakan narkoba.

  3. Pemuda harus menjadi benteng atau kader anti narkoba, dimana pelajar atau remaja harus menjadi yang terdepan untuk menolak penggunaan narkoba atau menjadi pioneer dalam memerangi narkoba.

“Memakai narkoba tidak akan kembali normal karena tersisa di otaknya, kalau coba-coba satu kali, maka akan pake terus, tidak akan hilang. Kalau pencandu, bisa over dosis,” tegas dia dia.

Mindrayatin mengingatkan agar jangan mencoba-coba menyalahgunakan narkoba jika tidak ingin berakhir di rumah sakit jiwa

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Sultra di Google News

Artikel ini bersumber dari sultra.jpnn.com.