Senin, 1 Agustus 2022 – 08:02 WIB

VIVA Nasional – Penyedia jasa pariwisata dan pelaku usaha wisata di Labuan Bajo Manggarai Barat Nusa Tenggara Timur (NTT) membuat komitmen bersama menghentikan semua jenis layanan wisata selama sebulan ke depan. Aksi tersebut sebagai bentuk perlawanan atas keputusan pemerintah menaikkan tarif masuk ke Loh Liang Pulau Komodo dan Pulau Padar menjadi Rp3,75 juta mulai 1 Agustus 2022.

Gerakan menghentikan layanan pariwisata di Labuan Bajo sebagai tindak lanjut dari komitmen bersama yang ditandatangani 24 organisasi pariwisata di Labuan Bajo. Aksi tersebut menentang keputusan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bersama Pemprov NTT terkait tarif mahal masuk ke TN Komodo.

Protes Tarif Tiket Naik, Masyarakat Tutup Akses Masuk Pulau Komodo

Berwisata ke Pulau Rinca, Kawasan Taman Nasional Komodo, NTT

Photo :

  • ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

“Kami asosiasi penyedia jasa pariwisata di Labuan Bajo dan setiap pelaku pariwisata Kabupaten Manggarai Barat, menyepakati sebuah keputusan bersama mulai besok 1 Agustus 2022 tidak boleh ada layanan pariwisata. Ini aksi protes terhadap kebijakan otoriter dari pemerintah menaikkan tarif masuk Taman Nasional Komodo. Besok sama-sama memulai, pemerintah berlakukan tarif baru dan kami hentikan semua layanan pariwisata,” ujar Doni Parera, aktivis pariwisata Labuan Bajo ditemui di Ruteng, Minggu 31 Juli 2022.

Doni berkata, layanan yang dihentikan yakni semua jenis layanan pariwisata darat dan laut. Bahkan kata dia, masyarakat Komodo akan menutup akses masuk di Loh Liang (Pulau Komodo). Pun, untuk mengawasi komitmen yang telah dibuat, setiap asosiasi masing-masing membentuk satgas yang ditugaskan untuk memastikan setiap organ kepariwisataan menjalankan komitmen tersebut.

“Pemilik kapal wisata, pemilik penyedia jasa transportasi darat, pemilik restoran, pemilik hotel, guide, pelaku usaha kuliner, tempat penjualan suvenir dan lain-lain ditutup semua. Elemen mana yang tidak menjalankan komitmen  akan diberi sanksi tegas sesuai kesepakatan. Prinsipnya kami sudah mengikat diri, untuk melawan kebijakan yang merusak animo wisatawan,” tekan Doni.

“Kami sudah sepakat bahwa besok tidak boleh ada pelayanan pariwisata untuk tamu yang datang, bahkan saudara-saudara di Komodo juga akan tutup akses masuk Loh Liang. Aksi ini berlangsung selama sebulan,” ujar dia menambahkan.

Artikel ini bersumber dari www.viva.co.id.