Pertalite vs Pertamax mungkin jadi diskursus internal yang kerap melanda para pengguna kendaraan bermotor. Kedua bahan bakar minyak (BBM) itu memiliki karakteristik yang berbeda satu sama lain.

Bukan hanya berbeda, itu juga memengaruhi kekurangan dan kelebihan masing-masing jenis BBM.

Terlebih lagi, sejak akhir tahun lalu pemerintah telah mencanangkan untuk menghapus tipe BBM bersubsidi seperti Pertalite dan juga Premium.

Eksekusinya memang akan dilakukan secara bertahap. Mulai dari mengganti Premium dengan Pertalite, lalu terus bergerak menuju BBM yang lebih ‘hijau’ atau ramah untuk lingkungan.

Jika itu sudah diterapkan sepenuhnya, maka para pengendara–khususnya motor–harus siap membanting setir ke BBM jenis lain dengan kandungan oktan lebih tinggi seperti Pertamax.

Nah, artikel ini akan membahas tentang masing-masing karakteristik BBM, dari Premium, Pertalite, sampai Pertamax. Begitu pula dengan kelebihan dan kekurangan setiap jenisnya.

Perbedaan Pertamax vs Pertalite

Pertama-tama, mari bahas perbedaan karakteristik antara Pertamax vs Pertalite. Apa saja unsur-unsur yang membedakan kedua jenis bahan bakar itu?

Lalu, mana yang lebih unggul jika dilihat dari berbagai aspek? Untuk menemukan jawabannya, yuk simak ulasan berikut.

Nilai oktan Pertamax vs Pertalite

Bagaimana jumlah oktan Pertalite vs Pertamax? Menurut situs resmi Pertamina, Pertalite memiliki kadar Research Octane Number (RON) sejumlah 90.

Itu jauh lebih tinggi dari Premium (minimal 88). Namun, lebih rendah ketimbang Pertamax yang mengandung RON minimal 92, sesuai standar internasional.

Memang, apa sih fungsi kadar oktan dalam bahan bakar minyak? Kandungan unsur itu membantu menyempurnakan pembakaran sehingga tak ada residu.

Nah, semakin tinggi oktan berarti semakin besar kemungkinan mesin kamu bebas dari residu BBM.

Tak ayal, melalui situs Pertamina Fuels, perusahaan pelat merah itu menyarankan agar para pengemudi menggunakan Pertamax bagi kendaraan mereka.

Harga Pertalite vs Pertamax

Berdasarkan keterangan resmi Pertamina pada Februari 2022, harga Pertalite masih berada di level Rp7.650 per liter. Sementara itu, Pertamax dijual dengan kisaran harga Rp9.000 per liter.

Harga Pertamax memang lebih mahal, tapi itu dipengaruhi oleh kandungan oktan di dalamnya. Selain itu, Pertamax masih dijajakan lebih murah Rp4.000 dari bahan bakar pesaing dengan RON serupa, yaitu Shell Super yang seharga Rp12.990 per bulan ini.

Keunggulan yang disoroti oleh Pertamax, yakni: pembakaran yang lebih optimal dan kemampuan membersihkan dan melindungi mesin menggunakan PERTATEC Tecnology.

Sementara tiga keunggulan Pertalite, yakni: harga terjangkau, lebih berkualitas dari Premium, dan jarak tempuh yang lebih jauh.

Sedikit informasi, PERTATEC digadang-gadang bisa membersihkan endapan kotoran di bagian mesin tiga kali lebih baik daripada produk sebelumnya.

Selain itu, teknologi itu juga diklaim dapat mengangkat kotoran yang mengendap di injector hingga 20 persen (Pertamax) dan 80 persen (Pertamax Turbo).

Pertamax Turbo vs Pertalite, menang mana?

Pertamax sendiri hadir dengan varian lain, yakni Pertamax Turbo. Kualitasnya berada di atas Pertamax, sebab kandungan RON-nya mencapai 98, yang tertinggi di antara Premium, Pertalite, dan Pertamax.

Selain itu, kandungan sulfur Pertamax Turbo pun di bawah 50 ppm, sesuai dengan standar EURO 4. Bahkan, itu juga disertai dengan formula PERTATEC dan Ignition Boost Formula.

Menurut laman Pertamina Fuels, formula itu didesain menjaga mesin dari karat.

Di sisi lain, Pertalite hanya memiliki RON 90. Meski begitu, harga Pertalite lebih terjangkau daripada Pertamax Turbo yang dijual seharga Rp12.000 per liter.

Premium vs Pertalite vs Pertamax

Setelah mengadu Pertalite dan Pertamax, sekarang saatnya membandingkan Premium vs Pertalite vs Pertamax dari pelbagai aspek.

Baik dari segi polusi, warna, maupun tipe kendaraan yang cocok dengan masing-masing jenis BBM tersebut.

Polusi yang dihasilkan

Setiap kendaraan bermotor melahirkan hasil pembakaran dalam bentuk asap yang keluar dari knalpot. Nah, tingkat polusi setiap kendaraan dipengaruhi oleh jenis bahan bakar yang dipakai.

Perlu diketahui, karena kandungan yang berbeda, tiap BBM memiliki kadar polusi yang berbeda.

Misalnya, Pertamax dan Pertalite mengandung zat antikarat, demulsifier, serta penjaga kualitas kemurnian BBM.

Namun, di dalamnya tidak ada timbal. Kandungan RON di setiap jenis BBM pun berdampak terhadap level polusinya.

Bila ditinjau dari kandungan masing-masing BBM, berikut ini tingkat polusinya:

  • Premium: Tinggi (Besar).
  • Pertamax: Rendah (Sedikit).
  • Pertalite: Rendah (Sedikit).
  • Pertamax Turbo: Paling Rendah (Paling Sedikit).

Warna cairan dan gagang pengisian

Karena kandungan zat yang berbeda, maka warna setiap bahan bakar minyak yang dijajakan oleh Pertamina pun berbeda. Berikut ini perincian warna untuk setiap BBM produksi Pertamina yang perlu kamu ketahui:

  • Premium: Kuning cerah, mengandung zat tambahan warna.
  • Pertalite: Hijau terang.
  • Pertamax: Biru kehijau-hijauan.
  • Pertamax Turbo: Merah.

Perbedaan warna itu menunjukkan bahwa setiap jenis BBM memiliki kualitas berbeda. Sebab, itu juga berdampak terhadap performa mesin.

Pembakaran di mesin dengan bahan bakar tanpa bahan pewarna cenderung lebih baik daripada mesin yang memakai bahan bakar dengan warna tambahan.

Selain warna cairan, warna gagang pengisian atau nozzle setiap bahan bakar berminyak di SPBU pun berbeda. Perhatikan saja ketika kamu datang ke SPBU.

Tipe kendaraan yang cocok untuk tiap BBM

Sebagai informasi, Pertamax dirancang untuk kendaraan yang mempunyai mesin kompresi lebih dari 10:1 hingga 10,9:1.

Jenis BBM itu cocok untuk kendaraan produksi APM, khususnya keluaran tahun 2000-an. Hampir semua kendaraan baru berjodoh dengan Pertamax.

Di sisi lain, Pertalite cocok untuk jenis kendaraan dengan kompresi mesin 9:1 sampai dengan 10:1. Artinya, kendaraan itu membutuhkan BBM dengan RON 90.

Keunggulan Pertamax

Selain mengandung RON yang tinggi dan dilengkapi dengan PERTATEC, Pertamax memiliki stabilitas oksidasi dengan satuan menit ASTM D 525 minimal 480. Kandungan belerangnya, yakni: satuan % m/m ASTM D 2622 / D 4294 maksimal 0,05.

Tips dari Lifepal! Pertalite vs Pertamax mungkin jadi diskursus internal yang kerap melanda para pengguna kendaraan bermotor. Kedua bahan bakar minyak (BBM) itu memiliki karakteristik yang berbeda satu sama lain.

Bukan hanya berbeda, itu juga memengaruhi kekurangan dan kelebihan masing-masing jenis BBM.

Terlebih lagi, sejak akhir tahun lalu pemerintah telah mencanangkan untuk menghapus tipe BBM bersubsidi seperti Pertalite dan juga Premium.

Eksekusinya memang akan dilakukan secara bertahap. Mulai dari mengganti Premium dengan Pertalite, lalu terus bergerak menuju BBM yang lebih ‘hijau’ atau ramah untuk lingkungan.

Jika itu sudah diterapkan sepenuhnya, maka para pengendara–khususnya motor–harus siap membanting setir ke BBM jenis lain dengan kandungan oktan lebih tinggi seperti Pertamax.

Lindungi mobil kesayanganmu selama 24 jam dengan asuransi mobil terbaik. Pilihlah asuransi mobil yang sesuai dengan kebutuhanmu. Simak video di bawah ini untuk mendapatkan tips memilih asuransi mobil terbaik:

Lindungi kendaraan dengan asuransi

Memilih BBM memang harus disesuaikan dengan tipe kendaraannya. Ini jadi salah satu cara agar mesin kendaraan awet dan selalu dalam performa terbaiknya.

Selain memilih BBM yang tepat, jangan lupa juga untuk melakukan servis mobil rutin dan selalu berhati-hati selama berkendara.

Namun ternyata, cara ini saja tidak cukup, lho. Masih ada risiko lain seperti kecelakaan, bencana alam, hingga kehilangan yang tidak dapat sepenuhnya kamu hindari.

Nah untuk melindungi mobil kesayanganmu dari risiko seperti ini, kamu butuh asuransi mobil. Secara umum ada dua jenis asuransi mobil, TLO dan all risk.

Asuransi mobil apa yang cocok untuk kamu? Cek dengan kuis asuransi mobil terbaik berikut ini!

Hitung sendiri berapa kisaran preminya dengan kalkulator premi asuransi mobil Lifepal berikut ini.

Kalau perlu, tambahan proteksi lainnya seperti asuransi kesehatan untuk menjaga dari risiko biaya berobat di rumah sakit yang mahal di tengah maraknya virus saat ini juga sangat diperlukan. 

Beli juga polis asuransi jiwa yang akan melindungi kamu dan keluargamu dari beban finansial saat tertanggung meninggal dunia. Seluruh produk asuransi terbaik bisa kamu dapatkan di Lifepal lebih hemat hingga 25%!

Yuk, gunakan kalkulator menabung Lifepal!

Sudah tahu berapa yang harus ditabung untuk sesuatu setiap bulannya? Walaupun pemasukan kamu tidak besar, kamu harus berusaha memprioritaskan menabung. Sebab dana tabungan bisa digunakan untuk uang darurat, modal, atau modal usaha.

Gunakanlah kalkulator menabung bulanan untuk bantu menghitung besarnya uang yang harus kamu tabung untuk tujuan kamu. Cobalah kalkulator menabung bulanan ini.

Gunakan pula kalkulator waktu menabung di bawah ini untuk menghitung waktu menabung yang dibutuhkan untuk mencapai target nilai akhir tabungan.

Cek uang pertanggungan asuransi kamu

Uang pertanggungan adalah sejumlah uang yang akan cair jika terjadi risiko meninggal dunia. Produk asuransi umumnya akan memberikan uang pertanggungan asuransi (UP).

Nilai uang pertanggungan adalah hasil perhitungan Nilai Hidup Manusia. Jika kamu ingin mengetahui berapa besarannya, manfaatkan kalkulator nilai hidup manusia berikut ini untuk menghitungnya:

Perlu diketahui, asuransi memiliki sejumlah risiko, terutama mengenai risiko kerugian investasi. Jika produk yang kamu pilih berbentuk unit link, maka ada risiko kerugian investasi di dalamnya.

Artinya, ada kemungkinan kamu perlu membayar premi lebih lama dari ketentuan awal jika terjadi risiko kerugian tersebut. Kalau kamu tidak mengisi ulang saldo unit link yang kosong, bisa-bisa polis kamu lapse.

Maka dari itu, pastikan sebelum memilih produknya kamu sudah membaca polisnya secara rinci. Mau cara yang lebih simple? Manfaatkan fitur perbandingan asuransi terbaik di Lifepal!

Simak video di bawah ini untuk mendapatkan tips memilih asuransi jiwa terbaik

 

Pertanyaan seputar Pertalite vs Pertamax

Artikel ini bersumber dari lifepal.co.id.