Senin, 25 Juli 2022 – 07:50 WIB

VIVA Metro – Insiden robohnya pagar pembatas penonton di Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta Utara, menuai sorotan. Pagar pembatas penonton dengan lapangan itu roboh saat grand launching JIS pada Minggu malam, 24 Juli 2022. Dalam perhelatan tersebut, digelar laga persahabatan antara Persija Jakarta Vs Chonburi FC Thailand.

Pagar pembatas itu roboh terjadi justru sebelum laga dimulai, yakni ketika personel band Dewa 19 tengah menghibur para penonton yang memadati stadion. Pagar pembatas yang roboh berada persis di belakang gawang.

Penampakan Pagar JIS Ambruk saat Laga Persija Vs Chonburi FC

Pagar pembatas penonton di JIS roboh

Photo :

  • ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

Peristiwa itu berawal ketika penonton yang mayoritas beratribut Jakmania semakin banyak yang memilih duduk di pagar.  Di penghujung lagu Kangen yang dibawakan Dewa 19, mendadak pagar pembatas yang diduduki suporter miring dan akhirnya ambruk akibat beban yang terlalu berat.

Insiden itu menyebabkan beberapa suporter jatuh tersungkur dari pagar setinggi 2 meter tersebut. Petugas Satpol PP langsung menggotong penonton yang terjatuh itu dan membawanya ke ruang tim medis.

Ketua Umum The Jakmania, Dicky Sumarno
meminta PT Jakarta Propertindo (JakPro) selaku kontraktor, mengevaluasi dan menyiapkan berbagai hal terkait keamanan penonton di dalam Jakarta International Stadium (JIS).

Dia bersyukur insiden robohnya pagar salah satu bagian tribun penonton di stadion tersebut terjadi saat peresmian JIS, bukan saat berlangsung pertandingan liga.

“Untung pas peresmian, bukan pas liga mulai. Kala enggak (saat peresmian) Persija pasti sudah didenda segala macem kan,” kata Dicky.

Pagar roboh mendadak saat grand launching JIS.

Pagar roboh mendadak saat grand launching JIS.

Dicky membandingkan kondisi JIS dengan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) yang sudah memiliki fasilitas keamanan lebih lengkap untuk keamanan suporter (penonton).

SUGBK, kata dia, sudah memiliki fasilitas yang cukup aman untuk pemandu suporter alias “capo” saat menyanyikan lagu-lagu dukungan.

“Artinya, banyak hal yang harus disiapkan, kalau di tempat lain, katakanlah di GBK sudah ada ‘stagger’ buat ‘capo’-nya nyanyi segala macem. Kalau di sini (JIS) kan belum ada,” kata Dicky.

Menurut Dicky, karakter penonton sepak bola berbeda dengan masyarakat umum, karena gairah energi menonton sepak bola bisa meningkat 100 kali lipat dari biasanya. Karena itu peristiwa lompat pagar dan sebagainya bisa saja terjadi.

Sementara itu, Direktur Utama Jakpro Widi Amanasto mengatakan masih melihat dulu dampak dari peristiwa pagar JIS yang roboh pada peresmian stadion itu.

“Tentunya bagi kami Jakpro adalah kami melihat dulu. Kekuatannya kami cek lagi deh semuanya, nanti begitu ya,” kata Widi di ruangan konferensi JIS.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat jumpa pers di JIS

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat jumpa pers di JIS

Photo :

  • ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

Widi Amanasto juga menilai robohnya pagar akibat antusiasme pendukung Macan Kemayoran. Ia bahkan merasa bangga akan antusiasme ribuan The Jakmania yang luar biasa malam hari ini.

“Seperti tadi Pak Gubernur bilang bahwa antusiasme The Jak memang luar biasa. Kita bangga, luar biasalah karena ini memang antusiasmenya,” kata Widi.

???????Widi memastikan  Jakpro akan mengevaluasi kerusakan yang diakibatkan dari robohnya pagar beserta kanopinya itu.

“Nanti kita cek lagi semuanya. Jadi sekaligus ini merupakan sesuatu yang harus kita ‘follow up’ lagi dan kita evaluasi kondisi-kondisi tersebut,” tegasnya

Artikel ini bersumber dari www.viva.co.id.