2 menit

Baru-baru ini, Presiden Joko Widodo alias Jokowi bertemu dengan Menteri Luar Negeri (Menlu) China. Dalam pertemuan tersebut, salah satu isu yang dibahas adalah perihal proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung.

Seperti diketahui, informasi mengenai ancaman diundurnya proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) sempat menyeruak.

Direktur Utama PT. Kereta Api Indonesia (KAI), Didiek Hartantyo mengatakan, permasalahan tersebut terjadi dikarenakan dana Penyertaan Modal Negara (PMN) tak kunjung cair.

Selain itu, Didiek pun menyebut kas yang dimiliki PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) hanya mampu bertahan hingga bulan September 2022.

“Apabila ini tidak cair di tahun 2022 maka penyelesaian kereta cepat akan terhambat. Clash flow dari PT. KCIC akan bertahan sampai September. Bila tidak ada maka jadwal beroperasi pada Juni 2023 akan terancam mundur,” katanya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi V DPR RI seperti dikutip viva.co.id.

Pertemuan Jokowi dan Menlu China

Jokowi Bahas Kereta Cepat Jakarta Bandung dengan Menlu China

sumber: kumparan.com

Sementara itu, berkaitan dengan hal tersebut, Jokowi dan Menlu China, Wang Yi, bertemu di Istana Merdeka, Senin (11/7/2022) lalu.

“Dibahas berbagai proyek prioritas antara kedua negara, termasuk proyek atau upaya untuk menyelesaikan proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung,” tutur Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi yang juga turut hadir dalam pertemuan.

Di sisi lain, Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China, Dwiyana Slamet Riyadi mengatakan Jokowi dan Presiden China, Xi Jinping akan melakukan uji coba Kereta Cepat pada November 2022.

Ia mengatakan November itu merupakan dynamic test atau uji coba Electric Multiple Uni (EMU).

Menurutnya, rangkaian EMU bakal tiba di Indonesia pada September 2022.

Ongkos Pembangunan Kereta Cepat Membengkak

kereta cepat jakarta bandung

sumber: kcic.co.id

Melansir liputan6.com, ongkos pembangunan Kereta Cepat dilaporkan membengkak alias cost overrun hingga triliunan rupiah.

Pada April 2022, negara akhirnya mesti menyuntikkan modal tambahan sampai Rp4,1 triliun.

Sebelumnya sempat dilaporkan jika Dwiyana Slamet Riyadi juga membahas kebutuhan Penyertaan Modal Negara pada BUMN sponsor KCJB.

“Proyek KCJB, 75 persen dibiayai lewat pinjaman dari CDB, 25 persen dari ekuitas melalui PSBI 60 persen, dan BUMN China 40 persen,” tuturnya pada awal 2022 lalu.

Sebagai informasi, sampai Juni 2022 PT KCIC telah berhasil menembus seluruh terowongan (tunnel) proyek Kereta Cepat Jakara Bandung dengan total jumlah terowongan 13 buah.

***

Semoga informasinya bermanfaat, ya.

Baca ulasan menarik lainnya di Berita 99.co Indonesia.

Kunjungi 99.co/id dan rumah123.com untuk menemukan hunian idaman dengan harga terbaik, karena kami selalu #AdaBuatKamu.

Salah satunya seperti Jade Park Serpong yang berada di kawasan Tangerang.

Artikel ini bersumber dari www.99.co.