Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Arie Puji Waluyo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – – Omar Daniel dan Nadya Arina jadi pasangan di film Hati Suhita, yang diadaptasi dari novel best seller karya Khilma Anis.

Dalam film karya rumah produksi Starvision, Omar Daniel berperan sebagai Gus Birru dan Nadya Arina menjadi Alina Suhita. Mereka adalah suami istri.

Omar mengaku baru mengenal sosok Nadya saat terima project film Hati Suhita. Sebelum reading, ia pun mencari kontak lawan mainnya untuk melakukan pendekatan.

Baca juga: Nadya Arina Merasa Baru Menemukan Jati Diri Saat  Jadi Istri Omar Daniel

“Aku tanya teman temanku buat minta kontak dia. Abis itu kita komunikasi dan follow-followan instagram. Kita ngobrol dikit terus ketemu pas produksi,” kata Omar Daniel yang ditemui di kantor Starvision, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, belum lama ini.

Ketika bertemu saat reading, pria berusia 27 tahun itu langsung ngobrol lebih dalam dengan Nadya, agar mengenal satu sama lain.

“Terus kita dinner bareng. Ngobrol, makan, dan nonton. Untungnya Nadya engga sulit, dia open jadi cepat lah cemistrynya,” ucapnya.

Tidak mudah untuk lelaki kelahiran Surakarta, Jawa Tengah, 9 April 1995 itu masuk kedalam kehidupan Nadya. Terlebih ia baru kenal di project film tersebut.

“Dua minggu pertama agak kaku, karena fokus di skenario. Abis itu baru lah kita mencairkan suasana. Setelah dekat ya relaks dan lepas, jadi semakin cair,” jelas pria bernama lengkap Omar Daniel Assegaf itu.

Jadi Pasangan, Omar Daniel Ajak Nadya Arina Makan Malam Agar Lebih Dekat
Omar Daniel saat hadir sebagai bintang tamu dalam podcast Tribuncorner, Kamis (18/5/2022). (Tribunnews.com/ Bayu Indra Permana)

Karena sudah mempelajari karakter Nadya Arina lebih dulu, Omar Daniel tak sulit untuk membuka diri kepada lawan mainnya tersebut.

“Aku nanya nanya ke teman sosok Nadya seperti apa. Jadi udah cari jalan dulu sebelum ketemu,” ujar Omar Daniel.

Film Hati Suhita menceritakan kisah Alina Suhita (Nadya Arina) menerima takdirnya untuk menikah dengan Gus Birru (Omar Daniel), pewaris pesantren Al-Anwar.

Abah dan Ummik telah menyerah pada pilihan hidup Gus Birru, yang lebih menyibukkan diri dengan kegiatan pergerakan dan cafenya.

Mereka percava bahwa Alina Suhita adalah pilihan menantu yang tepat. Kemampuan manajemen dan kecerdasannya cocok untuk mengelola pesantren.

Namun semua rahasia tersimpan di balik kamar. Sejak menikah, Gus, Birru tidak sekali pun menyentuh Suhita. Gus Birru menyatakan secara terbuka, bahwa dia menikahi Suhita karena terpaksa, sekedar untuk menenangkan hati orangtuanya.


Artikel ini bersumber dari www.tribunnews.com.