Militan Lebanon memposting sebuah video yang memperlihatkan kapal Israel yang melakukan penyadapan terhadap cadangan gas di wilayah perairan yang disengketakan oleh Israel dan Lebanon

BEIRUT, JITUNEWS.COM – Kelompok militan asal Lebanon, Hizbullah, telah memposting video yang menunjukkan bahwa industri gas alam lepas pantai Israel akan mereka serang kecuali jika pemerintah negara Yahudi itu menyelesaikan sengketa perbatasan laut dengan pemerintah Lebanon.

Dalam sebuah video yang diposting di Twitter pada Minggu (31/7), terlihat sebuah rekaman drone dari kapal dan platform produksi yang terlibat dalam penyadapan deposit gas lepas pantai Lebanon besar-besaran oleh pihak Israel. Video tersebut juga menunjukkan titik koordinat untuk setiap lokasi yang ditampilkan. Video itu dimulai dengan kata-kata dari pidato yang baru-baru ini disampaikan oleh pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah, yang memperingatkan bahwa “bermain dengan waktu tidak berguna” dalam hal sengketa wilayah.

Menurut video, rekaman itu diambil pada tanggal 9 Juni 2022. Gambar-gambar itu dilaporkan diambil di wilayah Karish, sebuah ladang migas di perairan yang disengketakan di mana perusahaan hulu yang berbasis di London, Energean, berencana untuk mulai memompa gas di bawah kontrak dengan pemerintah Israel tahun ini.

Rusia Desak Kosovo Berhenti Provokasi Serbia

 

Menurut laporan media, sengketa wilayah meningkat setelah kapal produksi, penyimpanan dan pembongkaran (FPSO) terapung Energean tiba di Karish pada bulan Juni. Ladang migas tersebut terletak sekitar 90 km barat kota Haifa, Israel, dan diperkirakan menampung lebih dari 1,8 triliun kaki kubik cadangan energi.

Presiden Libanon Michel Aoun memperingatkan pada saat itu bahwa setiap upaya untuk memanfaatkan simpanan gas di daerah yang diperebutkan tanpa terlebih dahulu menyelesaikan perselisihan akan dilihat sebagai “provokasi dan tindakan agresif.”

Sedangkan pemerintah Israel bersikeras mengatakan bahwa wilayah Karish terletak sepenuhnya di dalam zona ekonomi eksklusif Israel, seperti yang diakui oleh PBB.

Sementara itu, Amerika Serikat sedang menengahi negosiasi antara Lebanon dan Israel. Faktanya, video Hizbullah itu dikeluarkan beberapa jam sebelum utusan AS Amos Hochstein dijadwalkan bertemu dengan para pemimpin Lebanon di Beirut.

“Mencapai resolusi itu perlu dan mungkin, tetapi hanya dapat dilakukan melalui negosiasi dan diplomasi,” kata Departemen Luar Negeri AS pada Sabtu dalam sebuah pernyataan, dikutip RT.com.

Kosovo-Serbia Memanas, Pasukan NATO Terpaksa Turun Tangan


Artikel ini bersumber dari www.jitunews.com.