JawaPos.com – MSAT (Moch. Subchi Azal Tsani) atau Mas Bechi, kasus pencabulan dan perundungan, akhirnya menyerahkan diri tadi malam.

Dia langsung dibawa ke Polda untuk menjalani pemeriksaan selanjutnya.

Sebelumnya ribuan petugas gabungan dari Polda Jatim dan Polres Jombang dikerahkan untuk menangkap putra pengasuh Ponpes Shiddiqiyyah Ploso, Jombang, itu.

Pantauan Jawa Pos Radar Jombang, aparat telah bersiap sejak pagi. Sejumlah kendaraan polisi tampak parkir di sekitar pondok. Mulai pukul 06.00, akses menuju pondok dari utara dan selatan ditutup. Sejumlah petugas Resmob Polda Jatim yang berbaju serbaputih mulai mengepung pondok. Seluruh akses masuk pesantren ditutup. Tak ada warga yang diperbolehkan masuk.

Sekitar pukul 07.00, pasukan dari Satbrimob Polda Jatim mulai datang. Ribuan orang itu merangsek masuk ke dalam pondok. Sebuah kendaraan lapis baja dikerahkan untuk menjebol pondok. Perlawanan dari para santri sempat terjadi. Bentrokan antara polisi dan simpatisan MSAT tak terhindarkan. ”Tadi memang ada aksi dorong-dorongan. Karena ada santri dan simpatisan doa bersama, kita beri waktu satu jam tidak mau geser. Akhirnya, kita paksa dorong,” ucap Kombespol Dirmanto, Kabidhumas Polda Jatim, saat dikonfirmasi kemarin (7/7).

Setengah jam kemudian, sejumlah orang dikeler petugas. Dalam kondisi lusuh hingga baju sobek, remaja, pemuda, hingga pria dewasa itu satu per satu digiring menuju truk polisi. Beberapa di antaranya bahkan harus diborgol karena masih melawan.

Hingga siang, jumlah simpatisan yang diangkut polisi semakin banyak. Sekitar pukul 16.00, tercatat ada tujuh truk yang sudah keluar membawa para simpatisan itu. Dirmanto menyebut, 320 orang telah diamankan di Mapolres Jombang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. ”Jadi, 320 orang yang diamankan itu karena menghalangi petugas, 20 di antaranya anak-anak,” ucapnya.

Dia menyampaikan, simpatisan yang diamankan berasal dari sejumlah kota di Indonesia. Mulai Malang, Banyuwangi, hingga Lampung. Mereka sengaja melawan petugas untuk membentengi junjungannya. ”Seluruhnya masih kita pilah-pilah di Mapolres Jombang,” lontarnya.

BURON: Polisi memasukkan nama MOch Subchi Azal Tsani dalam daftar pencarian orang. (DOK. POLDA JATIM)

Hingga pukul 16.00, polisi belum berhasil menemukan MSAT. Meski sejak pagi menguasai semua isi pondok, pihaknya mengaku kesulitan untuk menyisir keseluruhan pondok yang luasnya mencapai 5 hektare itu. Terlebih, pihak keluarga disebutnya tidak kooperatif membantu dengan menunjukkan keberadaan DPO tersebut. ”Polisi masih berupaya mencari keberadaan MSAT. Saya berupaya sehumanis mungkin. Saya mengimbau kepada keluarga MSAT untuk kooperatif dan diharapkan membantu,” tambahnya.

Pantauan di lokasi hingga pukul 19.30, ribuan petugas gabungan masih berada di dalam pesantren. Upaya mediasi juga terus dilakukan petugas. ”Ini upaya hukum terakhir kita menangkap MSAT dan menyerahkannya ke pengadilan,” tegas Dirmanto.

Sementara itu, beredar video berdurasi 20 detik yang menggambarkan sejumlah petugas dari Resmob Polda Jatim membawa seorang pria yang memakai jas hitam dan peci hitam. Di sejumlah pesan singkat, video itu disebut bukti penangkapan MSAT alias Bechi. Namun, hal tersebut dibantah Kabidhumas Polda Jatim Kombespol Dirmanto. Dia mengklarifikasi, video itu adalah penangkapan DD, sopir MSAT. ”Jadi, yang ditangkap itu sopir yang melakukan aksi penghadangan saat penyergapan Minggu (3/7) lalu, inisialnya DD, sudah ditangkap dan diamankan,” terangnya.

DD ditangkap lantaran menjadi sopir mobil Panther nopol S 1747 ZJ. Saat itu, Polda Jatim melakukan penggerebekan kepada MSAT yang diyakini ikut dalam rombongan 13 kendaraan dari Ngoro menuju Ploso. Sebelum melarikan diri saat petugas mencegat rombongan mobil yang diduga membawa MSAT di atas Jembatan Ploso.

Dalam penangkapan itu, polisi mengamankan dua orang yang berinisial RBP dan D. Mereka ditangkap karena melakukan perlawanan dan menabrak petugas. Polisi juga mengamankan sebuah senjata jenis airgun dalam posisi aktif dan siap tembak. Barang bukti itu masih disimpan di Mapolres Jombang.

Upaya Persuasi

TAK PANDANG BULU: Polisi mengamankan warga yang menghalangi penangkapan Bechi. (ACHMAD REZA/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Dalam upaya penangkapan kemarin, beredar video ayah MSAT, Kiai Muchtar Mu’thi, yang kembali berbicara dengan Kapolres Jombang AKBP Moh. Nurhidayat. Perbincangan itu terlihat berbeda. Sang kiai menyebut berjanji menyerahkan anaknya ke Polda Jatim.

Tampak Kiai Muchtar duduk di kursi hitam dan di sampingnya ada sejumlah pejabat kepolisian. Dia juga berbicara di depan seluruh jemaah dan santri pondok. ’’Nanti saya antar ke sana setelah pelantikan hari ini. Sampaikan ke Bapak Kapolda,’’ ucap Kiai Muchtar dalam video tersebut.

Ucapan itu juga sempat ditimpali Kapolres Jombang AKBP Moh. Nurhidayat yang berbicara di sampingnya. ’’Di antar Mbah Yai sendiri ya? Mas Bechi?” kata Kapolres. ’’Ya, jangan sampai ada pertumpahan darah. Kalau dipaksa, nanti tidak baik,” sambung Kiai Muchtar.

Kapolres dan Kiai Muchtar juga bersalaman tanda persetujuan kesepakatan itu. Kapolres sempat membisikkan kepada ayah MSAT untuk meminta santrinya membubarkan diri dan tidak melawan.

Dikonfirmasi terpisah, Kabidhumas Polda Jatim Kombespol Dirmanto justru tak terlalu menghiraukan video itu. Menurut dia, hingga kemarin tim masih terus berupaya mencari MSAT. ’’Kami berupaya untuk mencari yang bersangkutan sampai dapat,” tegasnya.

Tim masih melakukan penyisiran ke sejumlah ruangan di Ponpes Shiddiqiyyah Ploso. ’’Pondok ini kan luasnya 5 hektare lebih. Jadi, kita masih terus berproses melakukan pencarian,” tandas Dirmanto.

Moch. Subchi Azal Tsani (DOK. POLDA JATIM)


Artikel ini bersumber dari www.jawapos.com.