Jangan sampai biaya perbaikan mobil kesayanganmu justru membebani pengeluaran. Manfaatkan asuransi mobil all risk untuk mendapatkan jaminan ganti rugi atas biaya perbaikan mobil secara menyeluruh di bengkel terbaik.

3. Bodi mobil menjadi tidak stabil

Tanda atau gejala selanjutnya adalah kondisi body mobil yang tidak stabil atau miring. Bodi mobil yang miring akan terlihat dan terasa ketika sedang berkendara di jalan tanjakan. 

Daftar Perawatan dan Perbaikan Sistem Suspensi Mobil

Ketika kamu melintasi jalan tanjakan dan mobil terasa miring, itu artinya suspensi mobil kamu mengalami masalah atau kerusakan.

Kamu juga bisa mengecek dengan cara menekan kap bagasi mobil. Jika ditekan mobil terasa berayun artinya memang ada masalah dengan suspensi mobil.

Salah satu penyebabnya adalah suspensi mobil tidak mampu menahan beban yang ada di dalam mobil. Untuk  menghindari kerusakan semacam ini, pastikan bahwa kamu tidak membawa beban melebihi kapasitas atau overload. 

4. Kebocoran pada suspensi

Gejala lain yang menjadi tanda bahwa perbaikan sistem suspensi mobil sangat diperlukan adalah ketika terjadi kebocoran atau rembesan oli pada suspensi mobil kamu. 

Jika suspensi ditemukan dalam kondisi basah oli, maka bisa jadi ada robekan pada karet seal suspensi atau goresan pada as shock.

Perawatan dan perbaikan sistem suspensi mobil

setiap bagian atau komponen mobil memang perlu mendapatkan perhatian khusus, dan tentunya masing-masing komponen juga perlakuan yang berbeda dalam hal perawatan maupun perbaikannya. 

Berikut adalah beberapa tips perawatan sistem suspensi mobil agar awet dan tidak mudah rusak.

1. Rutin spooring dan balancing

Spooring dan balancing sebaiknya memang rutin dilakukan setiap 6 bulan sekali atau 10.000 km, tergantung kondisi mana yang terpenuhi terlebih dahulu. 

Spooring bertujuan untuk memposisikan sudut kemudi pada posisi standar yang seharusnya di mana ada kemungkinan bergeser ketika digunakan untuk mengemudi. Sedangkan, balancing berguna untuk menstabilkan kembali putaran roda.

Baik spooring maupun balancing memiliki peran cukup besar dalam menjaga agar kinerja suspensi tetap baik dan prima. 

2. Rutin membersihkan suspensi mobil

Ternyata suspensi mobil juga harus rutin dibersihkan dengan cara dicuci. 

Hal ini bertujuan untuk menghilangkan kotoran, debu, pasir, atau lumpur yang menempel pada suspensi setelah mobil digunakan. 

Kotoran yang tidak dibersihkan lama-kelamaan akan mengerak dan dapat memicu tumbuhnya karat sehingga menyebabkan keausan pada suspensi. 

3. Bawa beban sesuai kapasitas mobil

Membawa muatan beban yang melebihi kapasitas mobil ternyata juga bisa merusak suspensi, lho!

Beban yang terlalu berat membuat suspensi tidak dapat menahan beban tersebut, dan jika terus dilakukan dalam jangka waktu yang lama tentu saja suspensi akan rusak. 

Untuk mengetahui berapa kapasitas beban maksimal yang bisa dibawa mobil kamu, coba cek pada buku panduan manual. 

4. Berkendara dengan baik, hindari jalan bergelombang

Kondisi suspensi mobil juga bisa dipengaruhi oleh teknik mengemudi, misalnya apakah suka ugal-ugalan dan menabrak apapun yang ada di depannya termasuk jalan berlubang dan bergelombang. 

Faktanya, suspensi mobil memang punya kemampuan meredam guncangan ketika melaju di jalan bergelombang, namun bisa juga mengalami gagal fungsi jika benturan dengan jalan terlalu keras. 

Beberapa kegagalan fungsi pada suspensi misalnya pegas jatuh, shockbreaker patah, ball joint lepas, atau oli shockbreaker bocor. 

5. Rutin memeriksa baut suspensi

Goncangan dan benturan ketika berkendara lama-kelamaan dapat membuat posisi baut suspensi menjadi kendur, begitu juga pada bagian mur pengikat. 

Ada baiknya untuk rutin mengecek baut suspensi untuk mengetahui kondisi baut, sehingga dapat langsung dikencangkan ketika ternyata agak kendur.

6. Rutin ganti oli suspensi

Perawatan dan perbaikan sistem suspensi mobil yang selanjutnya yaitu rutin mengganti oli suspensi dengan menyesuaikan jenis dan tipe suspensi mobil kamu. 

Perlu dipahami juga bahwa tidak semua suspensi menyediakan penggantian stempet atau grease.

Apabila kamu merasa ada masalah atau kerusakan pada sistem suspensi, maka sebaiknya segera konsultasikan dengan montir atau mekanik kepercayaan kamu. 

Kerusakan pada suspensi harus segera ditangani agar tidak semakin parah dan semakin merusak komponen lainnya.

Pentingnya memiliki asuransi mobil

Setiap kendaraan yang kamu gunakan untuk mobilitas setiap hari tentu punya resikonya masing-masing, termasuk juga pada mobil. 

Mobil merupakan alat transportasi yang juga punya banyak resiko, mulai dari rusak akibat benturan, gesekan, tabrakan, tergelincir, terperosok, bencana alam,  huru-hara hingga resiko kehilangan. 

Risiko yang muncul ini dapat memicu adanya kerugian finansial dalam jumlah yang besar. Untuk menghindari kerugian tersebut kamu bisa melengkapi mobil dengan asuransi kendaraan atau asuransi mobil. 

Brand_A_10_IBD
Brand_A_10_IBM

Asuransi mobil ini terdiri dari dua jenis, yaitu asuransi all risk dan asuransi TLO. 

Asuransi all risk umumnya dapat memberikan pertanggungan ganti rugi terhadap segala jenis kerugian, mulai dari yang kecil hingga yang besar. 

Sedangkan untuk asuransi TLO memberikan  pertanggungan terhadap kerusakan berat yang mencapai 75% dari nilai mobil atau risiko kehilangan. 

Kalau kamu masih bingung menentukan asuransi mana yang cocok buatmu, sebaiknya kamu cek kuis asuransi mobil terbaik berikut ini.

Tips dari Lifepal! Jika suspensi mobil bermasalah, sebaiknya jangan dibiarkan saja. Sebab, hal ini malah bisa membahayakan kamu saat berkendara. 

Kamu perlu melakukan perawatan dan juga perbaikan agar fungsi suspensi pada mobil kembali normal. Beberapa di antaranya dengan rutin melakukan spooring dan balancing, rutin mengganti oli mobil, dan melakukan perawatan di bengkel terbaik.

Kalau kamu sudah memiliki asuransi mobil, tentunya kamu tidak akan kebingungan dalam mencari bengkel untuk perbaikan suspensi mobil kamu. Soalnya, asuransi mobil biasanya sudah memiliki bengkel rekanan yang berkualitas dan bagus. Jadi, kamu tak bingung lagi.

FAQ seputar perbaikan sistem suspensi mobil

Perbaikan sistem suspensi mobil diperlukan jika mulai ditemukan berbagai gejala, seperti misalnya:

  • Bunyi berdecit di jalan tanjakan atau polisi tidur
  • Redaman suspensi mengalami kerusakan
  • Kebocoran pada suspensi
  • Body mobil yang tidak stabil

Beberapa perawatan untuk suspensi mobil diantaranya:

  • Rutin melakukan spooring dan balancing
  • Rutin mengecek baut suspensi
  • Rutin membersihkan suspensi
  • Rutin ganti oli suspensi
  • Menghindari membawa beban terlalu banyak atau melebihi kapasitas
  • Mengemudi dengan baik dan menghindari jalan bergelombang

Spooring dan balancing sebaiknya rutin dilakukan setiap 6 bulan sekali atau 10.000 km, tergantung kondisi mana yang terpenuhi terlebih dahulu. Agar tabunganmu aman dan tidak terkuras dari biaya perbaikan mobil, jangan lupa untuk membeli proteksi finansial seperti asuransi mobil.

Artikel ini bersumber dari lifepal.co.id.