Lindungi keuanganmu dari pengeluaran yang terlalu membebani akibat mahalnya biaya berobat di rumah sakit dengan asuransi kesehatan. Asuransi kesehatan akan memberimu pertanggungan biaya medis hingga puluhan dan bahkan ratusan juta.

Berbagai jenis prosedur tindakan operasi tulang belakang

Secara umum operasi tulang belakang mencakup dua jenis tindakan yaitu operasi stabilisasi dan dekompresi. Keduanya sama-sama bertujuan untuk mengatasi masalah nyeri dan juga kelumpuhan yang disebabkan oleh masalah tulang belakang. 

1. Operasi stabilisasi

Operasi stabilisasi ditujukan untuk menstabilkan posisi tulang belakang agar tekanan pada tulang belakang dapat dihilangkan. Operasi stabilisasi terdiri atas tiga jenis tindakan bedah, yaitu:

  • Vertebroplasty, tindakan ini dilakukan dengan cara menyuntikkan semen pada bagian tulang belakang yang patah dengan tujuan stabilisasi bentuk tulang belakang agar kembali seperti semula
  • Fusi tulang belakang, merupakan tindakan yang dilakukan guna mengatur susunan tulang belakang serta menyatukan kembali ruas-ruas yang terpisah
  • Kyphoplasty, tindakannya mirip dengan vertebroplasty hanya saja sebelum dilakukan penyuntikan akan dilakukan pelebaran terlebih dahulu menggunakan balon khusus

2. Operasi dekompresi

Operasi dekompresi dilakukan dengan menekan saraf tulang belakang guna menghilangkan rasa nyeri. Beberapa jenis tindakan operasi dekompresi misalnya:

  • Laminektomi, tindakan memotong atau mengangkat semua lamina untuk meredakan peradangan yang terjadi akibat tekanan pada saraf tulang belakang
  • Laminotomy, tindakan memotong sebagian lamina agar penekanan pada saraf tulang belakang dapat berkurang atau mereda
  • Disektomi, tindakan memotong cakram tulang belakang guna menghilangkan tekanan pada saraf tulang belakang akibat bentuk cakram yang tidak normal

Risiko menjalani operasi tulang belakang

Sebelum memutuskan untuk melakukan tindakan operasi tulang belakang, tentu ada hal yang harus dipertimbangkan baik itu biaya operasi tulang belakang maupun resiko yang mungkin terjadi pasca operasi.

Meski tidak selalu terjadi, ada beberapa risiko yang mungkin terjadi pada pasien yang melakukan operasi tulang belakang diantaranya:

Biaya Operasi Tulang Belakang, Prosedur, dan Risikonya

1. Penggumpalan darah

Operasi tulang belakang melibatkan panggul dan memiliki resiko muncul penggumpalan darah utamanya pada bagian vena di kaki. 

Hal ini terjadi karena setelah operasi dilakukan tubuh akan memiliki mekanisme pembekuan darah yang aktif guna menghentikan pendarahan. 

Tentu ini juga bisa memicu penggumpalan darah pada pembuluh darah besar terutama pada bagian betis hingga meluas ke paha. 

2. Pendarahan

Tindakan operasi selalu memiliki resiko perdarahan karena adanya tindakan sayatan pada bagian tubuh. 

Umumnya dokter akan melakukan pemeriksaan darah sebelum tindakan bedah dilakukan. Hal ini untuk mengantisipasi jika saat tindakan terjadi perdarahan maka dokter dapat segera melakukan transfusi darah.

3. Risiko lainnya

Selain pendarahan dan penggumpalan darah, operasi tulang belakang juga bisa memicu berbagai risiko lain.

Misalnya saja infeksi, kerusakan saraf atau pembuluh darah terutama pada area yang dekat dengan lokasi operasi, serta nyeri pada area tulang yang diambil guna pencangkokan tulang. 

Pantangan setelah menjalani operasi tulang belakang

Pasca tindakan operasi tentunya pasien membutuhkan banyak waktu dan istirahat untuk proses pemulihan. 

Dalam proses pemulihan ini ada beberapa hal yang sebaiknya dihindari guna mempercepat penyembuhan, diantaranya:

1. Terlalu banyak beraktivitas

Proses pemulihan operasi tulang belakang umumnya memakan waktu mingguan hingga bulanan. Selama masa penyembuhan sebaiknya hindari terlalu banyak beraktivitas. 

Selain memperlambat proses penyembuhan bekas operasi, hal ini juga bisa membuat tulang belakang kembali merasa nyeri. 

2. Angkat beban berat

Saat masih dalam proses penyembuhan, sebaiknya hindari mengangkat benda atau beban berat apalagi lebih dari 4 kg. 

Hal ini bisa mengganggu fungsi fusi yang masih terluka akibat tindakan operasi, sehingga proses penyembuhan pun terhambat. 

3. Naik tangga

Jika kamar kamu berada di lantai dua, maka pasca operasi tulang belakang ada baiknya pindahlah sementara ke lantai satu atau lantai bawah. 

Hal ini guna menghindari naik turun tangga yang terlalu sering, sehingga dapat menghambat penyembuhan.

4. Sering membungkukkan badan

Membungkuk adalah hal yangs ering kali tanpa disadari sering dilakukan orang-orang saat akan mengambil benda yang jatuh. 

Bagi orang sehat ini tak jadi masalah, tapi jika kamu baru saja melakukan operasi tulang belakang maka sebaiknya hindari hal tersebut karena dapat memicu rasa nyeri. 

Ganti dengan tindakan jongkok terlebih dahulu sebelum mengambil barang yang jatuh. 

5. Konsumsi rokok, kafein dan alkohol

Pantangan lain bagi pasien yang baru melakukan operasi tulang belakang adalah mengkonsumsi rokok, alkohol maupun kafein.

Selain tak sehat bagi organ tubuh, hal ini juga bisa menghambat proses penyembuhan pasca operasi. 

Manfaat memiliki asuransi kesehatan

Meski sudah menerapkan gaya hidup sehat, semua orang tetap punya risiko mengalami sakit entah itu karena penyakit, kecelakaan, atau faktor lainnya. 

Saat ini sudah menjadi rahasia umum bahwa biaya perawatan kesehatan dan pengobatan semakin meningkat dari waktu ke waktu. 

Tentu akan menjadi masalah jika pada saat membutuhkan pengobatan dan perawatan, ternyata kamu tak punya dana darurat yang cukup atau bahkan kosong sama sekali. 

Itulah mengapa penting bagi setiap orang untuk memiliki asuransi kesehatan, apapun jenisnya baik itu asuransi kesehatan dari negara (BPJS Kesehatan) maupun asuransi swasta. 

Dengan adanya asuransi kesehatan ini kamu tak perlu terlalu pusing memikirkan biaya perawatan. Selama pengobatan yang kamu lakukan masih dicover oleh polis asuransi, maka kamu bisa melakukan klaim ke perusahaan asuransi. 

Selain asuransi, jangan lupa persiapkan juga dana darurat kamu, ya. Hitung dengan kalkulator dana darurat dari Lifepal berikut ini.

Tips dari Lifepal! Seperti yang sudah dijelaskan di atas, jika biaya operasi tulang belakang tidaklah murah. Untuk itu, kamu sebaiknya memiliki asuransi kesehatan untuk melindungi finansialmu dari biaya pengobatan yang mahal. 

Setelah menjalankan operasi tulang belakang, jangan lupa untuk banyak istirahat, ya. Agar tidak mengalami risiko yang berbahaya. 

FAQ seputar operasi tulang belakang

Biaya operasi tulang belakang bervariasi mulai dari Rp 5 jutaan hingga Rp 90 jutaan, tergantung penyakit yang diderita pasien serta kebijakan rumah sakit.

Secara umum ada dua prosedur operasi tulang belakang yaitu operasi stabilisasi dan dekompresi. 

Operasi stabilisasi ditujukan untuk menstabilkan posisi tulang belakang agar tekanan pada tulang belakang dapat dihilangkan, sedangkan operasi dekompresi dilakukan dengan menekan saraf tulang belakang guna menghilangkan rasa nyeri.

Artikel ini bersumber dari lifepal.co.id.