VIVA Edukasi – Bacaan sholat jenazah laki-laki dan tata caranya tentu berbeda dan tidak sama dengan bacaan dan tata cara sholat untuk jenazah perempuan. Jenazah laki-laki disholatkan dengan posisi imam yang berada sejajar dengan kepala jenazah. Sementara untuk jenazah perempuan disholatkan dengan posisi imam yang berada searah tali pusar jenazah. 

Sholat jenazah sendiri merupakan ibadah masyru yang dilakukan oleh Rasulullah SAW dan juga para sahabatnya. Rasulullah SAW melakukan sholat jenazah untuk An-Najasyi, raja Habasyah saat wafat dalam jarak jauh.

Tata cara sholat jenazah secara teknis berbeda dengan tata cara sholat wajib pada umumnya. Sholat jenazah tidak menggunakan gerakan ruku, i’tidal dan sujud. Sementara, rukun-rukun dalam sholat jenazah yang harus dilaksanakan antara lain seperti niat sholat jenazah, empat kali takbir, berdiri (bagi orang yang mampu), membaca surat Al-Fatihah, membaca sholawat Nabi SAW sesudah takbir kedua, doa untuk jenazah sesudah takbir yang ketiga dan salam.

Hukum Sholat Jenazah

Bacaan Sholat Jenazah Laki-laki Lengkap hingga Keutamaannya

Saat mengetahui ada saudara seiman meninggal dunia, salah satu adab yang harus dilakukan oleh umat muslim adalah melakukan sholat jenazah. Sholat jenazah ini merupakan hukumnya adalah fardu kifayah, maksudnya apabila ada umat muslim lain yang mengerjakannya, maka akan gugur kewajibannya. 

Selain itu, sholat jenazah juga wajib dilakukan berjamaah, bukan sendiri-sendiri. Seperti yang terdapat dalam hadis riwayat Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda:

“Ketika ada seorang laki-laki meninggal dalam berutang disampaikan kepada Rasulullah, maka beliau bertanya apakah ia meninggalkan harta untuk membayar hutangnya.

Jika dikatakan ia meninggalkan hartanya untuk membayar hutang, maka beliau akan menyolatkannya. Jika tidak, maka beliau akan memerintahkan kepada kaum muslimin, ‘salatkanlah temanmu ini’,” (HR Bukhari Muslim).

Kesimpulannya, apabila sebagian kaum muslimin telah memenuhinya, maka orang yang tidak melakukannya tidak akan berdosa. Namun, apabila tidak ada yang melakukannya sama sekali, maka seluruh kaum muslimin yang ada di sekitarnya akan berdosa.

Syarat Sah Melakukan Sholat Jenazah

Sholat Jenazah

Melakukan sholat jenazah juga perlu memenuhi syarat sahnya, berikut syarat sah sholat jenazah:

  • Sama dengan sholat lain, menutup aurat, suci dari hadas besar dan kecil, suci badan, pakaian dan tempat serta menghadap kiblat.
  • Jenazah harus sudah dimandikan dan dikafani.
  • Jenazah diletakkan berada di sebelah kiblat orang yang menyolatkannya, kecuali sholat dilakukan di dekat makamnya atau dengan salat gaib.
ilustrasi berdoa

  • Bacaan sholat jenazah laki-laki dimulai dengan membaca niat yang berbunyi: Usholli ‘alaa haadzihil mayyiti arba’a takbiratatin fardhol kifayaatai ma’muuman lillahi ta’aala.
  • Setelah membaca niat, dilanjutkan dengan takbir pertama dan membaca Surat Al-Fatihah.
  • Selanjutnya, lakukan takbir kedua dan membaca sholawat Nabi SAW: Allahumma sholli alaa muhammad wa ala aali muhammad. Kamaa sholaita ala ibroohim wa ala aali ibroohim. Innaka hamiidun majiid. wa baarik ala muhammad wa ala aali muhammad. Kamaa baarokta ala ibroohim wa ala aali ibroohim. Fil aalamiina Innaka hamidun majiid.
  • Dilanjutkan takbir ketiga dengan membaca: Allohummaghfirlahu warhamhu wa’aafihi wa’fu ‘anhu wa akrim nuzulahu wawassi’ mudkholahu waghsilhu bil maa-i wats tsalji wal barod. Wa naqqihi minal khothooyaa kamaa naqqoitats tsaubal abyadho minad danas. Wa abdilhu daaron khoiron min daarihi wa ahlan khoiron min ahlihi wa zaujan khoiron min zaujihi wa adkhilhul jannata wa a’idzhu min ‘adzaabin qobri au min ‘adzaabin naarAtau dengan versi pendek yaitu: Allohummaghfirlahu warhamhu wa’aafihi wa’fu ‘anhu
  • Kemudian takbir keempat dengan membaca: Allohumma laa tahrimnaa ajrohu wa laa taftinnaa ba’dahu waghfirlanaa walahu
  • Bacaan sholat jenazah laki-laki ditutup dengan salam ke kanan dan ke kiri dengan posisi tubuh yang masih berdiri.

Waktu Pelaksanaan Sholat Jenazah

Ilustrasi matahari terbit.

Ilustrasi matahari terbit.

Photo :

  • VIVAnews/Marco Tampubolon

Waktu pelaksanaan sholat jenazah sendiri waktunya tidak ditentukan secara khusus. Berikut ini waktu pelaksanaan sholat jenazah yang tidak boleh dilakukan:

  • Saat matahari terbit hingga meninggi
  • Saat matahari tepat berada di tengah-tengah langit
  • Saat matahari hampir terbenam

Hal tersebut berdasarkan pada hadis:

“Ada tiga waktu, yang mana Rasulullah SAW telah melarang kita untuk sholat atau menguburkan jenazah pada waktu-waktu tersebut. (Pertama), saat matahari terbit hingga agak meninggi, (Kedua), saat matahari tepat berada di tengah-tengah langit (tengah hari tepat) hingga telah condong ke barat, (Ketiga), saat matahari hampir terbenam, hingga ia terbenam sama sekali.” (HR Muslim).

Tempat Pelaksanaan Sholat Jenazah

Ratusan jamaah sholati jenazah Ameer Azzikra.

Ratusan jamaah sholati jenazah Ameer Azzikra.

Sebenarnya sholat jenazah bisa dilakukan di mana saja selama tempat tersebut layak dan bersih untuk dipakai sholat, namun alangkah baiknya  dilakukan di masjid. Hal tersebut sesuai dengan hadist yang diriwayatkan Muslim:

“Bahwa ketika Sa’d bin Abu Waqash meninggal, Aisyah berkata: ‘Masukkanlah ia ke dalam masjid hingga aku bisa mensalatkannya.’ Namun mereka tidak menyetujuinya, maka ia pun berkata: ‘Demi Allah, sungguh Rasulullah SAW telah mensalatkan jenazah dua orang putra Baidla` di dalam masjid, yaitu Suhail dan saudaranya.’ Muslim berkata; ‘Suhail bin Da’d adalah Ibnul Baidla`, dan ibunya adalah Baidla’,” (HR Muslim).

Keutamaan Sholat Jenazah

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mensalatkan jenazah  jenazah Haji Lulung

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mensalatkan jenazah jenazah Haji Lulung

Selain mengetahui bacaan sholat jenazah laki-laki, syarat sah melakukan sholat jenazah, waktu dan tempat pelaksaan sholat jenazah, kita akan membahas mengenai apa saja keutamaan dari melakukan sholat jenazah. Sholat jenazah memiliki keutamaan (fadhilah) yang sangat besar bagi umat muslim yang melaksanakannya. Berikut sejumlah keutamaannya:

1. Mendapatkan pahala sebesar Gunung Uhud

Pahala menyolatkan jenazah tentu berbeda dengan mengiringi dan mengantarkan hingga pemakaman, meskipun sama-sama besar. Pahala melakukan sholat jenazah dikatakan sebesar Gunung Uhud sesuai dengan sabda Rasulullah SAW:

“Barang siapa menyalatkan jenazah dan tidak mengiringinya (ke pemakaman), ia akan memperoleh pahala sebesar satu qirath. Jika dia juga mengiringinya (hingga pemakamannya), ia akan memperoleh dua qirath. Ditanyakan, ‘Apa itu dua qirath?’ Beliau menjawab, ‘Yang terkecil di antaranya semisal Gunung Uhud’,” (HR Muslim).

2. Pahala mengalir untuk jenazah

Bukan hanya bagi orang yang menyolatkan saja, jenazahnya pun akan mendapatkan pahala yang mengalir. Apalagi jika jamaah yang menyolatkannya terdiri atas 40 orang atau bahkan lebih. Seperti sabda Rasulullah SAW yang berbunyi:

“Tidaklah seorang muslim meninggal dunia, lantas disalatkan oleh 40 orang yang tidak berbuat syirik kepada Allah sedikit pun, melainkan Allah akan memperkenankan syafaat (doa) mereka untuknya,” (HR Muslim).

3. Doanya dikabulkan

Dalam sebuah hadist riwayat ‘Aisyah RA, berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“Tidaklah seorang mayat disholatkan (dengan sholat jenazah) oleh sekelompok kaum muslimin yang mencapai 100 orang, Lalu semuanya memberi syafaat (mendoakan kebaikan untuknya), maka syafaat (doa mereka) akan diperkenankan,” (HR Muslim).

Sehingga  doa-doa baik akan sampai kembali kepada mereka yang  mendoakannya. Oleh akrena itu, doa yang dibaca dalam rangkaian sholat jenazah akan menjadi kebaikan dan tercatat sebagai amal saleh bagi yang melakukannya.

Itulah penjelasan mengenai bacaan sholat jenazah laki-laki yang dilengkapi juga dengan hukum sholat jenazah, syarat sah, waktu dan tempat pelaksanaan hingga keutamaan melakukan sholat jenazah. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat dan membantu bagi yang membutuhkannya. 

Artikel ini bersumber dari www.viva.co.id.